PK IMM FFS-UHAMKA itu ....

Foto Saya
organisasi mahasiswa (IMM) resmi di kampus Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka. agar terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.

Selasa, 20 Mei 2014

SISTEM DA'WAH

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(An-Nahl/16: 125)
Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da’a- yad’u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan. Jadi, secara sederhana dakwah dapat diartikan dengan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada ajaran agama, dalam hal ini agama Islam. Tugas berdakwah diemban oleh setiap kaum Muslim sebagaimana dinukilkan dalam salah satu hadis “sampaikanlah olehmu walau satu ayat”. Mungkin ada yang bertanya mengapa kita mesti berdakwah? Bukankah yang paling penting adalah menyelamatkan diri masing-masing? Pertanyaan ini cukup masuk akal, karena tantangan dakwah saban hari semakin kompleks.
Namun spirit dasar Islam menghendaki keselamatan seluruh alam (QS. Al-Anbiya’ [21]:107), karena Islam bukanlah agama untuk satu orang sebagaimana halnya Budha. Islam juga bukan agama suku bagi bangsa tertentu seperti Yahudi, melainkan agama paripurna yang berlaku untuk konteks kini, di sini dan nanti. Islam yang sama-sama kita ketahui sebagai satu-satunya agama yang masih original dan merupakan gerbang keselamatan dunia dan akhirat, namun tidak membenarkan adanya pemaksaan kepada seseorang untuk memeluk agama (Islam) karena sudah jelas perbedaan antara jalan yang benar dan jalan yang salah (al-Baqarah [2] : 256). Dengan demikian agak aneh ketika ada orang atau sekelompok orang yang menggunakan “tangan besi” dalam menyebarkan paham keagamaannya.
Sebagaimana disinggung di atas, bahwa tugas dakwah diemban oleh setiap kaum Muslim. Dalam mengaktualisasikannya para pendakwah (da’i) mesti menabur pesan-pesan Ilahi itu ke segenap aspek kehidupan, termasuk aspek kalangan mahasiswa. Selaku agent of change, mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dalam meredam penyakit moral seperti pergaulan bebas, mewabahnya korupsi, dan persoalan-persoalan keummatan lainnya. Salah satu organisasi mahasiswa yang masih eksis mengedepankan visi amar ma’ruf nahi munkar adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dalam tulisan ini penulis akan mengulas secara gamblang berkenaan dengan gerakan dakwah yang dibangun oleh salah satu organisasi ortonom (ortonom) Muhammadiyah tersebut.
Pola Gerakan DakwahIMM
IMM dalam mempolakan gerakannya menganyam tiga bidang yakni : pertama, bidang keagamaan yang mefokuskan diri kepada pemahaman al-Qur’an dan al-hadis yang otentik. Sebagaimana halnya Muhammadiyah, IMM juga berkomitmen untuk mengikisbid’ah dalam amalan-amalan ibadah murni seperti shalat. Hal ini selaras dengan kaidah yurisprudensi Islam, “al-ashl fȋ al-‘ibȃdah al-tahrȋm, illȃ mȃ dalla al-dalȋl ‘alȃ khilȃfihi” (pada dasarnya ibadah
(formal) adalah terlarang, kecuali ada petunjuk sebaliknya).Artinya, kaum Muslim dilarang membuat atau menciptakan cara ibadah sendiri. Justru “kreasi”, penambahan atau “inovasi” di bidang ibadah murni akan tergolong sebagai penyimpangan (bid’ah)yang terlarang keras. Hal ini dikarenakan bentuk dan cara suatu ibadah murni merupakan hak prerogatif Allah yang disampaikan kepada Rasul-Nya. Misalnya dalam perkara shalat ada Nabi bersabda “shalatlah kamu sebagaimana aku shalat”. Kenapa demikian? Untuk menjawab pertanyaan ini,dalam urusan ibadah murni, kaum Muslim menjunjung asas ta’abbudi (taat tanpa boleh bertanya apa dan bagaimananya).
Kedua,bidang keilmuan,dengan memfokuskan diri pada disiplin ilmu yang dimiliki. Semangat keilmuan IMM terlihat dari slogan “anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual”. Seorang kader ikatan mesti menimba dan menempa khazanah keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing, agar bisa bersaing di kancah lokal, nasional bahkan internasional. Dengan demikian IMM mesti membangun pergerakan dengan sejumlah kegiatan yang menopang studi para kadernya.
Kitab suci al-Qur’an menyatakan secara eksplisit adanya jaminan keunggulan dan superioritas, termasuk kemenangan dan kesuksesan yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka yang beriman dan berilmu (Qs al-Mujȃdalah [58] : 11).Beriman, berarti mempunyai tujuan yang benar yakni ridla Tuhan, sedangkan berilmu berarti mengerti ajaran secara benar.Ilmu dan iman bak dua sisi mata uang yang sama. Keberadaan yang satu mesti didukung oleh yang lain. Albert Eisten mengatakan “iman tanpa ilmu seperti orang buta dan ilmu tanpa iman laksana orang lumpuh”.
Senada dengan Eisten, Nurcholish Madjid menandaskan, Iman membuat orang berkiblat pada kebaikan. Tapi iman tanpa ilmu tidak menjamin kesuksesan. Ilmu membuat orang cakap berbuat nyata,namun tanpa bimbingan iman, justru ilmunya itu akan membuat ia celaka, malah lebih celaka dari orang lain yang tidak berilmu. Maka Nabi bersabda: “Barangsiapa bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayahnya, maka ia tidak bertambah apa-apa kecuali semakin jauh saja dari Allah”. Dengan demikian, IMM menghendaki kader yang semakin beriman maka ia semakin haus akan ilmu pengetahuan, dan begitu pula sebaliknya, semakin berilmu ia maka keimanannya akan semakin mantap. Tak ubahnya laksana ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk”.Namun tingkat keimanan dan kapasitas keilmuan yang mumpuni mesti diwujudkan dengan amal yang nyata. Iman, ilmu dan amal, merupakan setali tiga uang. Iman dan ilmu bersifat abstrak sedangkan amal bersifat konkret. Ketiga point ini memiliki andil yang besar dalam mensukseskan dakwah.Dalam hal ini, IMM menampilkan jargon “ilmu harus amaliah danberamal mesti ilmiah”.
Ketiga, pengabdian pada masyarakat. Kader IMM harus memainkan peranan di tengah-tengah masyarakat. Seorang kader tidak boleh terjebak di “puncak piramida” strata sosial. “Penyakit” mahasiswa pada umumnya, setelah mereka mengenyam pendidikan tinggi, kebanyakan di antara mereka sulit untuk mentransfer pengetahuan kepada masyarakat, bisa jadi karena bahasa yang “melangit” dengan segudang istilah ilmiah, atau mungkin pula mereka “gagap” dengan masyarakat awam.Dalam hal ini, IMM sebagai lokomotif pergerakan dituntut untuk menggiring para kader agar bisa menjadi sang pencerah di lingkungan yang mereka tempati. Dengan demikian sang kader tidak hanya Cumlaude di kampus, tapi juga mesti menggodolSumma Cumlaude di ranah ummat.
Bertambahnya tahun senantiasa diiringi dengan meningkatnya tantangan hidup. IMM menjelang usianya yang ke-50, mesti memformulasikan konsep dakwah sesuai konteks zaman agar bisa menjelajahi segenap sisi kemasyarakatan. Namun perlu diingat, IMM bukan lah merupakan saingan bagi kalangan organisasi dakwah yang lain, hal ini tercermin dari slogan Billahi fi Sabilill Haq Fastabiqul Khairat.Artinya IMM menjadikan organisasi dakwah yang telah ada dan yang mungkin akan ada sebagai mitra untuk “berkompetensi” dalam mendapatkan ridla-Nya.
Ada banyak metode dakwah yang ditampilkan sebut saja, M.Quraish Shihab dengan metode tafsir al-Misbhanya, M.Nur Maulana dengan slogan Islam itu indah, AA Gym yang mengusung Manajemen Qolbu, dan masih banyak lagi pendakwah lainnya yang tidak mungkin kita sebutkan di sini satu persatu.IMM menggarap celah lain yang sempat tertinggal dari sorotan pendakwah tersebut dengan merambah tiga ranah sebagaimana keagamaan (dalam artian khusus),keilmuan, dan pengabdian pada masyarakat. IMMperlu menjalin kerja sama, agar tidak terjadi adanya “rebutan jamaah” antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Dengan demikian diharapkan pesan dakwah Islam dapat membumi hingga terwujudnya baldatun toyyibatun worabbun ghofur.
FAHMAN HABIBI

SEKJEND DPP IMM

Minggu, 20 April 2014

TANAM (CATATAN PENA ISLAM) ed.April 2014

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apa kabar ikhwan dan Akhwat sekalian?
 yuk, Bersihkanlah Hati Agar Meraih Keberkahan-Nya
Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan,
kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses dan beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah mengakses, menerima, hidayah - petunjuk Allah, rahmat - kasih sayang Allah, maghfirah - ampunan Allah, inayah - pertolongan Allah, dan berkah demi berkah.
Yang kedua, hati yang bersih, do'a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening.
Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara, bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar, orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang hatinya bersih.

Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona'ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali

sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu'an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.
Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia, maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan Allah.
Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya. Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya, pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia
bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan merasakan keberkahan-Nya. Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya In Shaa Allah anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya bersih In Shaa Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan hatinya.

Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang
bersih, karena memancar cahaya.
Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita,
diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.
Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut :

Kamis, 28 Februari 2013

Arti sebuah nilai


Assalamu'alaikum wr.wb ..
ada sebuah catatan kecil nih, yang InsyaAlloh bermanfaat. ditemukan dari selah satu note facebook Immawati Dyah Kusuma Wardani dari Universitas Muhammadiyah Purwekerto, let's read :)
Hari itu adalah hari yang mendebarkan bagi mahasiswa. Banyak yang meluangkan waktu sejenak dari liburan panjangnya hanya untuk mengambil secarik kertas putih yang ditulis dengan tinta hitam nan rapi. Mereka berbondong-bondong ke kampus agar mendapatkan secarik kertas itu paling awal.

Desak-desakkan dan budaya kurang tertib telah membudaya dikalangan mahasiswa. Apalagi jika petugasnya hanya seorang saja dengan melayani ratusan mahasiswa. Ditambah riuh suasana dan ribetnya proses pengambilan secarik kertas itu. Huh, semakin menambah panas hati dan panas fisik saja.

Mereka menerima 4 lembar kertas, kertas putih untuk sendiri, kertas kuning untuk orang tua, kertas merah muda untuk dosen pembimbing, dan kertas hijau untuk fakultas.  Kelihatan jelas raut wajah mereka setelah memandangi apa yang tertera dalam secarik kertas itu. Ada yang teriak kegirangan, ada pula yang menangis. Jika nilai jelek, mereka cemas dengan kertas kuning itu. Apa kata orang tua jika apa yang telah ditempuh tak sesuai target. Itulah fenomena pengambilan Kartu Hasil Studi.

Beberapa waktu lalu aku menjumpai adik-adik kelasku yang sedang galau dengan nilai-nilainya. Dia curhat kepadaku. “Harusnya aku bulan ini udah PKL (Praktik Kerja Lapangan) mbak, tapi SKSku lum cukup karna nilai-nilaiku jelek”. Ada lagi yang curhat, “Aku lum bisa ambil penelitian, karna aku lum ambil matkul metopen…gimana donk???”…”Aiih….nilai-nilaiku kok jelek-jelek amat ya?? Padahal, aku udah belajar semaksimal mungkin”…

Mahasiswa yang lulus 3,5 - 4 tahun itu dianggap mahasiswa pintar. Apalagi ditambah dengan IPK cumlaude. Banyak orang yang memuji

Senin, 11 Februari 2013

Baitu Arqom


Assalamu’alaikum wr.wb …
Pada tanggal 8-10 Februari 2013 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Duren Sawit 1 telah menyelanggarakan latihan pengkaderan “Baitul Arqom”untuk guru, karyawan, dan organisasi otonom disekitarnya yang bertempat di hotel taman aer mega mendung, bogor.
Dari PK IMM FFS-UHAMKA mendelegasikan kakanda Egy Ginanjar dan Ananda Syarah Martiani, ada pula dari PC IMM-JakTim mendelegasikan kakanda Ahmad Haetami dan Ananda Nurmawati
Karena acara ini lebih diperuntukan kepada guru dan karyawan jadi wajar peserta didominasi oleh guru dan karyawan. Materi yg disampaikan seperti :
Faham agama dalam Muhammadiyah merupakan agama islam yg di fahami Muhammadiyah, mulai dari pedoman2 Al-qur’a dan As-sunah. Muhammadiyah merupakan gerakan da’wah, amar ma’aruf nahi munkar dan tajdid bersumber pada al-qur’an dan as-sunah. Yg bertujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yg sebenar-benarnya.
Revitalisasi ideologi Muhammadiyah dalam materi ini membahas ttg penajaman ideologi Muhammadiyah,

Sabtu, 19 Januari 2013

Masjid


Assalamu'alaikum wr.wb ...
K.O (kajian on the road) yaaps perkenalkan Immawan/Immawati K.O merupakan salah-satu program kerja rutin PC IMM-Jakarta Timur dari bidang tabligh dan kajian islam. Sebelumnya K.O diselenggarakan di masjid Al-maghfiroh-Ps.Rebo Untuk K.O kali ini pertama kalinya dilakukan di masjid Taqwa-Klender pada hari Jum’at, 18 Januari 2013 yg dimulai ba’da maghrib dengan pembicara Immawan Rohmani dari DPD IMM-DKI Jakarta. Alhamdulillah jama’ah kajian yg datang tidak hanya dari kalangan Immawan/wati namun ada dari PW IPM yaitu Ipmawati Fenny dan dari PW Pemuda yg kebetulan lupa namanya, dan dari mahasiswa lainnya. Tema yg dibahas dalam kajian adalah masjid. Masjid yg merupakan pusat da’wah saat zaman Rosululloh SAW, beliau pun telah banyak membangun masjid, diantaranya adalah masjid nabawi yg mana hingga sekarang pengunjung mesjid tersebut subhanalloh. Rosululloh SAW menjadikan mesjid sbg sarana da’wah islam beliau, maka dari itu tak sepantasnya kita melihat mesjid yg sepi, bahkan saat waktu sholatpun mesjid sepi. Maka kembalilah ke masjid, ramaikan sbg pusat da’wah islam, pusat beribadah, tumbuhkan rasa kecintaan terhadap rumah Alloh SWT.
Terkadang mirisnya anak zaman modern merasa malu bila menginjakan kaki ke masjid astagfirulloh, bahkan lebih

Jumat, 21 Desember 2012

Keutamaan hari Jum'at

Assalamu'alaikum wr.wb ...
kalo ini agenda rutinan Immawati, yg biasanya hari jum'at untuk kali ini bertepatan pada tanggal 21 Desember 2012 kajian ini di pimpin oleh Immawati Chorunnisa Jafar dari bidang kajian islam. Untuk kajian Immawati kali ini kita membahas tentang keutamaan hari jum’at. Awalnya saat Immawati sudah berkumpul, masih bingung tema apa yg akan didiskusikan dan tiba2 salah satu Immawati dr kader ada yang bertanya “ka kenapa ya kalo di pesantren dan semacamnya liburnya bukan hari ahad tp hari minggu? Apa karena kepotong sholat jum’at ka?” kader lain pun ada yg menjawab, hal itu ada benarnya ko, selain itu di dalam bahasa inggris aja hari jum’at = Friday  = free day = hari bebas dalam artian bebas dr rutinitas biasanya yg dilakuin gitu sih, selain itu yaa udah biasa mendengar hari jum’at adalah harinya umat muslim. Entah dari mana istilah tersebut. Karena dr pertanyaan tersebut kami mendiskusikan apa aja sih keistimewaaan hari jum’at itu?
Mungkin selain dilihat dari sisi kewajiban sholat jum’at untuk para laki-laki pengganti sholat dzuhur sebagaimana bahwa siapa saja yang menunaikan shalat Jum’at sesuai dengan tuntunan adab dan tata cara yang benar, maka dosa-dosanya yang terjadi antara

Kamis, 20 Desember 2012

Amalan Sunnah

Assalamu'alaikum wr.wb ...
yaaps, kali ini kembali membahas tema saat KANTIN (Kajian Rutin) yg biasanya hari kamis, dan kamis kali ini bertepatan pada 20 Desember 2012 nih, kali ini kantin dipimpin oleh Immawan Sugino salah satu bidang keorganisasian tema yg di bawakan adalah seputar amalan sunnah.
sudah ga asing kayanya mendengar istilah "keimanan seseorang dilihat dari amalan sunnahnya" istilah itu pun ada benarnya, karena sebuah amalan sunnah merupakan